EVAKUASI IMIGRAN GELAP SRILANKA


Padang//24 Desember 2012. Menjelang pergantian tahun dari 2012 ke 2013 Kantor SAR Padang menerima laporan sinyal disteres dari sebuah kapal di sekitaran luar perairan Kep. Mentawai – SUMBAR. Berdasarkan info yang di dapat kapal tersebut berseri LAL I asal  Srilanka yang membawa 46 imigran gelap dari Srilanka dengan tujuan Australia untuk mencari suaka politik. Dalam perjalan kapal tersebut mengalami mati mesin.

Menindak lanjuti laporan tersebut , Kagahar yang bertugas pada hari  itu Bpk. Zulfahmi atas perintah langsung dari Kepala Kantor SAR Padang Bpk. Drs. Djonny Sitorus selaku SMC. RB 213 Padang 01 diberangkatkan menuju titik sinyal disters yang diterima untuk melakukan proses evakuasi terhadap ke 46 imigram gelap tersebut untuk dibawa ke Padang untuk proses selanjutnya oleh pihak imigrasai Provinsi SUMBAR.

Proses pencarian berlangsung selama 10 hari dikarenakan beberapa hal, diantaranya cuaca yang buruk, tidak mau nya mereka di evakuasi oleh Pemerintah Indonesia, putus nya tali penarik kapal tersebut yang sebelumnya mereka di tarik oleh beberapa kapal cargo lainnya unutk dibawa mendekat keperairan Mentawai - SUMBAR.

Setelah beberapa hari melakukan pencarian, akhirnya pada hari ke-9 Tim Rescue Kantor SAR Padang menemukan titik terang bahwa  ke 46 imigran tersebut sudah mau di evakuasi oleh pemerintahan Indonesia, mereka di naik kan ke kepal cargo yang bernama M/V Al-Shukwaikh berbendera QuwaitTujuan Quwait Australia. Kapal berbendera Quwait tersebut bersedia membawa mereka mendekat keperairan Kep. Mentawai untuk bertemu  dan melakukan perpindahan ke 46 imigran tersebut ke  RB 213 Padang 01.

Di hari ke-10 tepatnya jam 10.00 WIB Tem Rescue Kantor SAR Padang bertemu dengan kapal M/V Al-Shukwaikh, dan selanjutnya ke 46 imigran tersebut dipindahkan ke RB 213 Padang 01. Proses evakuasi ke 46 imigran gelap dari kapal M/V Al-Shukwaikh berlangsung dramatis karena diantara kelompok tersebut terdapat wanita hamil,anak-anak dan lansia.

Akhirnya proses evakuasi yang berjalan selama 1 jam lebih  berhasil memindahkan ke 46 imigran tersebut dengan selamat, menurut pengakuan dari salah sesorang imigran tersebut “kami sudah terombang ambing selama 13 hari dilautan lepas dengan cuaca yang sanagat ekstrim,kami hanya minum dari air hujan yang kami tampung dan sudah lebih dari 3 hari kami semua tidak makan. kami sangat senang akhirnya orang Indonesia mau menolong kami//ujarnya Yobhitan”.dan selanjutnya RB 213 Padang 01 bergerak menuju dermaga Teluk Bayur Padang untuk diserahkan ke pihak imigrasi Provinsi Sumatra Barat.



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : author