Banjir dan Air Bah Melanda Kota Padang


Padang (25/7) telah di terima laporan terjadinya  air bah di kawasan Limau Manih Kampus UNAND Padang dari warga setempat pada saat bersamaan dengan laporan tersebut juga datang laporan dari warga Nanggalo bahwa telah terjadi banjir yang tingginya sudah sampai menutupi atap rumah warga dan membutuhkan evakuasi.

Hujan yang  turun membasahi Kota Padang dari sore pada hari tersebut ternyata berakibat pada terjadinya air bah dan banjir di Kota Padang. Musibah yang datang beberapa saat setelah waktu berbuka puasa tersebut cukup membuat warga panik. Tim Search And Rescue Kantor SAR Padang yang menerima laporan kejadian tersebut langsung menerjunkan 2 Tim untuk menuju ke 2 titik lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan dan evakuasi bagi warga yang terisolir untuk di pindahkan ke tempat yang lebih aman.

Semua warga yangterisolir di 2 tempat kejadian tersebut satu persatu berhasil di evakuasai oleh para Rescuer yang bertindak pada waktu itu.  Medan yang sulit serta kuatnya arus dan kurangnya penerangan tidak menjadihamabatan bagi para Rescuer tersebut untuk melakukan tugas mereka.

Kawasan Limau Manismerupakan daerah yang paling sulit untuk mengevakuasi. Sebab, air bah yang melanda titik tersebut hingga pukul 02.00 WIB masih belum surut.Air bah sendiri melanda daerah tersebut sejak pukul 18.30 WIB, dan tidak hanya terjadi di lokasi itu. Sebab, di kawasan lain juga terjadi hal yang sama, seperti di Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam.

Tidak hanya itu, lima rumah warga hanyut terbawa arus, selain adanya kerusakan di instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), jembatan putus, dan lainnya.



Kategori General Berita .
Pengunggah : author